Sosial Budaya Studi Agama

“POST POWER SYNDROME OPLOSAN”

Oleh. DR. Hb. IDRUS AL-HAMID, S.Ag., M.Si Suara Minor Cendekiya Poros INTIM Saat “Syekh Ali Jabir” mengalami musibah, berbagai pendapat dan pandangan silih berganti melegitimasi ruang publik bahwa ada masalah dengan sikap dan pandangan kita terhadap berbagai fenomena Keberagaman dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.  Kejahatan bisa terjadi jika jiwa manusia berada dalam posisi Post Power Syndrome

Read more
Sosial Budaya Studi Agama

“Kenapa harus takut kepada Corona?”

Oleh:Darwan Yusuf Al Farizy (Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Fattahul Muluk Papua Sebagian orang berkata buat apa harus takut kepada Corona, Corona itu hanya makhluk atau sesuatu yang di ciptakan. Takutlah kepada yang menciptakannya yaitu Allah SWT”. Corona virus atau disebut dengan covid 19 adalah wabah yang tidak mengenal usia tidak mengenal tempat,

Read more
Studi Agama

Menyambung Benang Yang Kusut

Oleh Dr. H. Husnul Yaqin, MH .(Direktur Program Pascasarjaa IAIN Fattahul Muluk Papua) AlkisahAda seorang perempuan mengeluh pada Rasulullah SAW karena perilaku suaminya. Suaminya selalu mengundang orang-orang datang ke rumahnya dan menjamunya sehingga tamu-tamu tersebut menyebabkan sang istri menjadi repot dan merasa kelelahan. Namun ia tidak mendapatkan  jawaban apa pun dari Rasulullah SAW tentang hal

Read more
Studi Agama

PEMBELAJARAN RAMADHAN (Menilik Kultur Terus Membekas Pasca Ramadhan)

Oleh Dr. Zulihi, M.Ag (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua) “Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang agung diliputi dengan berbagai macam keistimewaan dan keutamaan, sehingga umat Islam sangat antusias dengan berlomba-lomba dalam mengoptimalkan ritualitas ibadah dan amal shalihnya. Meskipun pada tahun ini, puasa Ramadhan bertepatan dengan munculnya wabah Corona (Covid-19) yang mengharuskan

Read more
Studi Agama

MENYIKAPI KEBINGUNGAN UMMAT DALAM PENENTUAN 1 SYAWAL 1441 H / 2020 M, DI MASA PANDEMI

Oleh Dr. H. Husnul Yaqin, S.HI, MH (Direktur Program Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua) “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan ditetapkannya manaazila-manaazila (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesarannya) kepada orang-orang yang mengetahui”

Read more
Studi Agama

Fenomena Islamic Astronomy bulan Mei

Oleh Witriah, S.H.(Mahasiswi Pascasarjana Semester IV PAI Multikultur IAIN Fattahul Muluk Papua) Berbicara masalah arah kiblat adalah berbicara masalah arah Ka’bah (Baitullah) yang ada di  kota  Makkah. Untuk  menentukan  arah  kiblat  ini  dapat  di  tentukan  dari  setiap  titikdipermukaan  bumi. Cara untuk mendapatkannya  adalah dengan  melakukan  perhitungan  dan pengukuran. Menghadap arah kiblat merupakan suatu masalah yang penting dalam syariat islam. Menurut hukum syariat, menghadap kearah kiblat diartikan sebagai seluruh tubuh atau badan seseorang menghadap kearah ka’bah terletak di Makkah yang merupakan pusat tumpuan umat islam. Pada  awalnya  kiblat  mengarah  ke  Baitul  Maqdis  atau  Masjidil  Aqsa  Jerusalem  di Palestina. Namun pada tahun 624 M ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, arah kiblat berpindah  ke arah Ka’bah yang terletak  di Makkah hingga kini atas petunjuk wahyu dari Allah SWT. Umat islam sepakat bahwa menghadap kiblat  dalam shalat merupakan syarat sahnya shalat. Bagi orang-orang yang berada dikota Makkah dan sekitarnya perintah demikian ini tidak menjadi persoalan. Namun bagi orang orang yang jauh dari Makkah timbul permasalahan tersendiri.  Dengan  demikian  muncullah  pendapat  para  ulama. Golongan  Hanafiyah  dan Malikiyah berpandangan bahwa bagi penduduk Makkah yang dapat menyaksikan Ka’bah, maka wajib menghadap kepada ainnya ka’bah, tetapi bagi yang tidak dapat menyaksikan Ka’bah cukup dengan menghadap ke arahnya saja. Sementara yang dimaksud dengan arah kiblat adalah arah atau  jarak  terdekat  sepanjang  lingkaran  besar  yang melewati  kota  Makkah (Ka’bah) dengan tempat kota yang bersangkutan. Dalam buku Ilmu Falak karya Slamet Hambali menjelaskan berdasarkan kitab Fiqh Lima Mazhab susunan oleh Muhammad Jawad Mughniyah, Imam Syafi’I menjelaskan bahwa wajib menghadap ka’bah, baik bagi orang yang dekat maupun yang jauh. Sekiranya dapat mengetahui arah Ka’bah itu sendiri secara tepat, maka ia harus menghadap kearah tersebut. Tetapi sekiranya tidak dapat   memastikan arah Ka’bah maka cukuplah dengan perkiraan menggunakan perhitungan karena orang yang jauh mustahil untuk memastikan kearah kiblat (Ka’bah) yang tepat dan pasti. Untuk menenentukan arah kiblat ada dua macam yaitu Azimuth Kiblat dan Rashdul Kiblat. Azimuth Kiblat adalah arah atau garis yang menunjuk ke kiblat (ka’bah), yang mana untuk menentukannya diperlukan data lintang tempat, bujur tempat, dan lintang dan bujur Kota Makkah, yang dapat di ketahui dengan melihat buku-buku panduan ilmu falak, menggunakan peta, ataupun GPS (Global Positioning System). Lintang tempat atau ardhul balad adalah jarak dari daerah yang kita kehendaki sampai dengan

Read more
Studi Agama

ZAKAT FITRAH DI MUSIM PANDEMI COVID-19

Oleh Atina Rahmah, M.PdI. (Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua) Pengertian Zakat Fitrah Bila dilihat dari segi bahasa, zakat berasal dari kata az-zakaah yang artinya suci, tumbuh, berkah dan terpuji. Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy dalam bukunya Pedoman Zakat menjelaskan bahwa zakat memiliki beberapa pengertian diantaranya;  Nama’ (kesuburan/berkembang). Makna Nama’ atau Numuw adalah bertumbuh. Artinya bahwa seseorang yang berzakat nyatanya hartanya akan terus

Read more
Studi Agama

“MOTIVASI BERIBADAH DI TENGAH CORONA” (Dilematika Umat; Sebuah Realitas Sosial)

Oleh: Dr. Zulihi, M.Ag(Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua) (Di tengah wabah Corona yang sedang melanda dunia saat ini, bertepatan pula dengan datangnya bulan suci ramadhan, umat Islam dilanda kepanikan dan kegelisahan akibat ditutupnya sebagian besar masjid, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid. Akibat ditutupnya masjid saat ini, masih menimbulkan polemik dikalangan

Read more
Studi Agama

DOA BUKA PUASA. APAKAH DIBACA SEBELUM MAKAN, ATAU SESUDAHNYA ???

Oleh:  Dr. Muhammad Wahib Abdul Aziz, Lc, MA TANYA:Doa berbuka puasa, sunnahnya dibaca sebelum makan minum, atau setelahnya ?? JAWAB:Berdasarkan telaah referensi sekian banyak kitab fikih, doa buka puasa dianjurkan untuk dibaca SETELAH berbuka puasa. 1. Kitab Nihayatuzzain karya imam Nawawi Al Bantani hal 189:والثالث الدعاء الماءثور عقب فطره وهو اللهم لك صمت وعلى رزقك

Read more