Sosial Budaya

DEPKOLEKTOR (Debt Collector) OLIGARKI MENUSUK SETIAP KAKI

Oleh: Dr. Hb. IDRUS AL-HAMID
Suara Minor Cendekia Poros Intim

Jika pada suatu hari, kekuasan di jadikan lokomotif untuk menggali potensi sumber daya alam sebagai provit guna penguatan sel-sel pranata sosial dalam sistem politik oligarki, maka yang akan lahir di tengah-tengah masyarakat majemuk adalah paranoid interpelasi sebagai penyakit kaum post modernis terbaharukan.

Selain pada itu, perjumpaan antara istilah kedaulatan integritas inlander dengan kapitalis sosialis, menghadirkan “DEPKOLEKTOR” peradaban baru ditengah masyarakat yang di giring pada pelataran krisis identitas. Artinya kekuasaan sebagai simbol kejayaan tersandera dalam perangkap sistem depkolektor yang di desain secara sistematis, yang untuk itu kedaulatan ekonomi berada di persimpangan jalan.

Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua

Untuk itu, kemampuan setiap orang untuk memahami eksistensi berbangsa dan bernegara di uji oleh Paradigma ” Depkolektor Oligarki ” yang menghadirkan diktator baru dalam mengartikulasi kepentingan berbangsa dan bernegara, sehingga jangan heran jika setiap kita yang pandai, cerdas dan atau pintar terpenjara oleh sistem yang mengisyaratkan percaloan dimana-mana, disaat setiap individu merekonstruksi pranata sosial dalam kubangan budaya baru yang dalangnya adalah “Depkolektor Oligarki”.

Untuk itu, jika di renungi tulisan sebagaimana tersebut di atas, setidaknya mengisyaratkan kepada setiap kita agar memahami gejala ” Globalisasi” yakni adanya ekspansi, sistem demagog yang sangat berdampak terhadap distorsi sosial dalam merekonstruksi peradaban kultur budaya bangsa di Nusantara khusus pada ” Kedaulatan Rakyat” tanpa Depkolektor Oligarki Absolute sangat susah diwujudkan.

Jakarta, 24 Agustus 2020
By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di TIMUR NUSANTARA.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *