Sosial Budaya

” BAHAYA POLITIK TEBAR PESONA”

Prof. IDRUS ALHAMID
Suara Minor Cendeiya Poros INTIM

{ DIAM BAGI SEORANG AKADEMISI AKAN MEMBERI KESEMPATA BAGI “NAGA GENIT” UNTUK MEROMBAK SENDI KEHIDUPAN BANGSA INDONESI RAYA }:

Dinamika masyarakat belakangan ini mengalami perubahan cara pandang terhadap perilaku dan tingkah laku aktor yang menjadi perbincangan Publik. Setiap aktor dipandang memiliki kemampuan melakukan perubahan jika terbukti telah memberikan yg terbaik terhadap Kepentingan publik, meskipun itu sebuah wacana dalam pemberitaan yang seharusnya dapat di uji kebenarannya. Hal ini dapat di pahami karena, Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yaitu dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, terungkap dalam setiap kesempatan sebagai slogan yang di jadikan tameng oleh aktor untuk tebar pesona. Politik dalam berdemokrasi di Indonesia seperti inilah yang memberikan ruang bagi siapa saja untuk terlibat dalam mengambil kesempatan untuk berkuasa.

Dahulu, kedaulatan di tangan rakyat dengan sistem Parlementer karena UUD 1945 pasal 1 sebelum di Amandemen, menegaskan “Kedaulatan di tangan rakyat dan di lakukan sepenuhnya oleh MPR, di rubah menjadi” Kedaulatan di tangan Rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945. Perubahan ini dapat di curigai sebagai bahagian dari upaya merubah sistem Parlementer ke sistem Presidensial.

Perubahan inilah yg mungkin berakibat muncul budaya politik tebar pesona. Jika Sistem Parlementer membuat aktor tak mampu menegaskan citra kelompok karena dapat di Impeacmen oleh MPR maka perubahan ke sistem Presidensial memberikan ruang terhadap politik “TEBAR Pesona” dalam strategi pencitraan yang belakangan ini semakin menjamur disetiap kesempatan aktor itu berada.

Jika bernegara saat ini ibarat “Panggung Sandiwara” terus siapa sutradara tatkala Amandemen UUD 1945 mengetengahkan banyak persoalan yg tak tuntas di Implementasikan. Jika dahulu Presiden Indonesia adalah Orang Indonesia asli kenapa J.E SAETAPIY, Merubah dalam Amandemen ke 4 UUD 1945 menjadi Presiden Indonesia Berkewarganegaraan.

Jika Presiden Indonesia berkewarga-negaraan maka, Aktor yg mampu tebar pesona dan punya modal banyak serta meliki identitas KTP/KK yg sedari dulu dirubah nama menjadi “INDOMIE” Instan yang asli disembunyikan pasti akan menjadi presiden Indonesia Raya sehingga penulis meyakini ” BAHAYA POLITIK TEBAR PESONA” yang saat ini manjadi tontonan dalam kontestasi perhelatan menuju tahta kerajaan “INDONESI BARU” karena Rakyat di paksa merubah perilaku mengikuti “kaum Mie Instan” yang selalu “TEBAR Pesona” dalam “Hidden Agenda” Kapitalis Asmara Naga Genit dimana-mana.

Saudara KU sebangsa dan setanah air. Tulisan tersebut di atas menapak tilas, agar pembaca kembali mengkaji tidak hanya mengaji. Karena “INDONESIA” adalah Tanah Pusaka yg oleh leluhur kita dititip untuk di jaga, dirawat, dan dijadikan rumah besar bersama sebagai perwujudan dari nilan khebinnekaan Bangsa Indonesia Raya jangan sampai direbut oleh penjajah Naga Genit telanjang dada.

Selasa, 09 Agustus 2022
By. Si Hitam Manis Pelipur Lara di Timur Nusantara mengajak kita letak-kan Garuda di dada bukan hanya bicara.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *