Uncategorized

“SUMPAH PEMUDA BUKAN JANJI PEMUDA”

Prof. IDRUS ALHAMIDSUARA MINOR CENDEKIA POROS INTIM__. {Renungan Makna dibalik Sumpah }_ Tekad untuk bersatu dan mengesampingkan alasan-alasan kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan golongan. Namun, persatuan itu tetap dalam kerangka saling menghormati dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Kesemuanya bersatu padu dan melebur dalam filosofi ikrar Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda I yang dipimpin oleh “Mohammad Tabrani”

Read more
Uncategorized

“PERSATUAN DALAM PERSAUDARAAN, KALAM AHLI HIKMAH”

Prof. IDRUS ALHAMID Suara Minor Poros INTIM Banyaknya peristiwa yang menerpa belahan dunia selalu di kaitkan dengan politik yang mau mengedepankan kemauan tanpa melihat kekuatan dalam kemajemukan. Peperangan hingga bencana alam selalu di hubungkan dengan moneter yang buat banyak Egaliter menginginkan perlakuan yang sama meskipun harus berantem. Kaum egaliterisme, mengedepankan keinginan meskipun merusak persatuan dan

Read more
Uncategorized

“JADILAH ORANG YANG DI DZOLIMI DAN JANGAN MENDZOLIMI

 KALAM AHLI HIKMAH Prof. IDRUS ALHAMID Suara Minor Poros INTIM Terkadang dunia selalu dipenuhi dengan aroma yang mempesona setiap jiwa yang terpenjara oleh nafsu angkara. Jika kita di Dzolimi pasti ada rencana Allah untuk memberi kalam Hikmah bahwa setiap kebaikan tidak mesti dibalas dengan kebaikan itulah “Dunia Panggung Sandiwara berbingkai hutan belantara. Kadang kebaikan tereduksi

Read more
Sosial Budaya Uncategorized

” AGAMA BUKAN BUDAYA DAN BUDAYA BUKAN KARYA BIASA”

Prof. IDRUS ALHAMIDSuara Minor Poros INTIM. Singkritisme dalam dialog masyarakat Metropolis {bc. Bangsawan} selalu di dasarkan pada paham kapitalis {untung mau rugi lari}, yakni adanya kepentingan bersama akan kelangsungan hidup, membuat setiap orang menganggap semua Agama Sama,. Mungkin jika kita pahami dari sisi Idiologi (‘itiqadiyah), maka kalimat “Lakum Dinukum wa liaddin”. Sebagai alat mitigasi yang

Read more
Uncategorized

‘RENUNGAN KAUM CERDAS, TANPA IDENTITAS’

Oleh Prof. Dr. Idrus Alhamid,M.Si Suara Minor Cendekia Poros Intim. Manusia terkadang meninggalkan “Peluang” hanya disebabkan karena sibuk mengisi “Ruang” perburuan “Pundi Dinar” yang tak pernah menyisakan  kisah bagaikan Romeo dan Juliet. Kadang banyak dari manusia menjadikan Medsos sebagai sarana ekspresi jiwa dengan cara kamuflase terhadap kebenaran sejati. Wajah mereka terlihat bagaikan Bidadari atau Arjuna

Read more